Pengikut

Rabu, 02 Oktober 2013

BAB I
Pendahuluan


  1. A.   Latar Belakang
Seiring semakin majunya dan modernnya zaman dan teknologi yang dirancang oleh manusia. Dengan menciptakan Power Train yaitu suatu system yang terdiri dari Clucth (Kopling), Transmision ( Transmisi), Dan Differensial yang berfungsi untuk mentransfer putaran engine sampai pada poros axle roda. Disni kita akan mempelajari cara merawat dan memperbaiki system ini. Sebagai calon maintenance kendaraan kita harus benar – benar kompeten. System ini bisa kapan saja rusak yang di akibatkan factor manusia dan waktu.
Sistem differential ini sangatlah penting tanpa ini kendaraan yang akan kita pakai tidak akan berjalan. Sehingga penulis menyusun laporan ini untuk memacu semangat mahasiswa untuk menjadi kompeten di bidang ini dan lainnya.

  1. Tujuan

    1. Agar mahasiswa dapat memahami dan memperbaiki system differential pada kendaraan roda empat.
    2. Agar siswa dapat membongkar dan memasang kembali masing-masing komponen differential.
    3. Agar mahasiswa dapat mengetahui / mencari troubleshooting pada differential.
    4. Agar mahasiswa bias menggunakan alat-alat perkakas tangan khususnya pada alat ukur.
    5. Agar mahasiswa dapat mengetahui benda dan masing-masing komponen differential.
BAB II
Alat dan Bahan
Differensial


   A. Alat

No.
Nama Alat
Spesifikasi
Jumlah
Pemilik
1.
Kunci Ring
22 mm
1
Lab.T.Mesin
2.
Kunci Ring
12 mm
1
 Lab.T. Mesin
3.
Kunci Socket
19 mm
1
Lab.T. Mesin
4.
Kunci Socket
14 mm
1
Lab.T. Mesin
5.
Palu Karet
Standar
1
Lab.T. Mesin
6.
Dial Indicator
Standar
0,00-0,01
0,00-1,00
1
Lab.T. Mesin
7.
Handle Sliding “ T “
Standar
1
Lab.T. Mesin
8.
Pin Punch
Standar
1
Lab.T. Mesin
B. Bahan
No.
Nama Bahan
Spesifikasi
Satuan
Pemilik
1.
Differensial
Standar
1 Pc
Lab.T. Mesin
2.
Oil
Standar
Liter
Lab.T. Mesin
3.
Sabun
Standar
1Pc
Lab.T. Mesin
4.
Kain  Majun
Standar
5Pc
Lab.T. Mesin
BAB III
Pembahasan
Differensial
 A. Pengertian

Pada saat kendaraan sedang membelok maka roda belakang sebagai penggerak mempunyai putaran yang berbeda antara roda gigi kiri dan kanan jika putaran roda sama tentunya akan terjadi poros roda belakang akan patah dan jalan kendaraan tidak baik di sebabkan salah satu ban akan terseret karena mempunyai sudut putaran yang berbeda. Dengan adanya differensial maka, akan tetap stabil pada saat membelok atau pada kondisi jalan bagaimanapun.


1.2. Prinsip Dasar Differential Gear
      Bila kedua rack diberi beban yangsama, maka ketika shackle ditarik keatas akan menyebab-kan keduarackakanterangkatpadajarakyangsamakarenatahanansamadan pinion gear tidak berputar.
      Tetapi bila beban yang lebih be-sar diletakkanpadaracksebelahkiridanshackleditarikkeatas, makapiniogearakanberputarsepanjanggerigirackyangmen-dapatbebanlebihberatdise-babkanadanyaperbedaantaha-nan.Danmengakibatkan rack yang mendapat beban lebih kecil akan terangkat.






1.3. Konstruksi Differential





Keterangan:
 


1.      Side bearing cap
2.      Side bearing
3.      Backlash adjusting shim
4.      Drive pinion shaft
5.      Pinion depth adjusting shim
6.      Drive pinion inner bearing
7.      Colapsible spacer
8.      Differential housing
9.      Drive pinion outer bearing
10.  Oil seal
11.  Flange yoke
12.  Pinion shaft
13.  Side gear
14.  Backlash thrust washer
15.  Pinion gear
16.  Ring gear
17.  Lock pin
18.  Differential case





1.4. Cara Kerja Saat Jalan Lurus
Drive pinion merupakan reang gear, reang gear memutarkan differensial case, differensial case menggerakan pinion gear melalui pinion shaft dan pinion gear memutarkan side gear kiri dan kanan dengan rpm yang sama karena tahanan roda kiri dan kanan sama, sehingga menyebabkan putaran roda kiri dan kanan sama

1.5. Cara Kerja Saat Belok
Drive pinion menggerakkan ring gear, ring gear memutarkan differential case, differential case memutarkan side gear melalui pinion shaft dan pinion gear memutarkan side gear mengelilingi side gear kanan karena tahanan roda kanan besar, sehingga menyebabkan putaran roda kiri lebih cepat daripada roda kanan. Drive pinion menggerakkan ring gear, ring gear memutarkan differential case, differential case memutarkan side gear melalui pinion shaft dan pinion gear memutarkan side gear mengelilingi side gear kiri karena tahanan roda kiri lebih besar, sehingga menyebabkan putaran roda kanan lebih cepat daripada roda kiri.


1.6. Fungsi - Fungsi Komponen
1.       Differential Carier ( Rumah Gardan )
              Berfungsi sebagai tempat kedudukan semua komponen differential dan juga sebagai tempat penampung oli.
2.       Drive Pinion Gear
              Berfungsi meneruskan tenaga putaran dari propeller shaft ke pinion gear dan dari pinion goar di teruskan ke ring gear.
3.       Ring Gear
              Berfungsi menerima putaran dari pinion gear dan sekaligusmerubah arah putaranya kemudian diteruskan ke gigi boh.
4.       Pinion Gear
              Berfungsi menerima putaran dari ring gear ke side gear
5.       Side Gear
              Berfungsi utn3uk meneruskan putaran dari gigi pinang / pinion gear ke axle shaft
6.       Oil Seal ( perapat oli )
              Berfungsi untuk mencegah kebocoran oli pada differential
7.       Bearing cap dan baik ( tutup bantalan dan baut )
              Berfungsi sebagai penutup bantalan yang terdapat pada differential carier.
8.       Bearning Adjusting nut dan burning (penahan bantalan dan bantalan lahar)
              Berfungsi untuk tempat penyangga atau sebagai tempat dudukan lahar .
9.       Lena / ring pinion gear dan side gear
              Berfungsi sama untuk mendorong gigi samping dan gigi boh agar menjadi rapat.
10.     Universal joint (Pinion Shaft)
              Berfungsi untuk tempat kedudukan pinion gear jika tidak ada pinion shaft,maka pinion gear tidak bisa berputar.



1.7. Kegiatan praktek
1.7.1. Langkah Persiapan Alat dan bahan
a.       Alat           :


1.      Kunci ring/ shock 30
2.      Kunci ring/ shock 17
3.      Kunci ring 12
4.      Obeng (-)
5.      Palu
6.      Tandem/ ragum


b.      Bahan        :
 satu unit Differential

1.7.2. Langkah Pembongkaran
Cara melepas/ membongkar differential dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :


a).    Lepaskan mur pengikat differential menggunakan kunci ring 12
b).    Lepaskan differential housing, apabila masih sulit dilepas cungkil dengan obeng (-)
c).    Setelah differential housing dilepas, lepaskan baut pengikat side bearing cup menggunakan kunci ring. Shock 17
                   d).   Lepaskan side bearing dan bodilash adjusting shim
                   e).    Lepaskan mur pengikat  drive pinion shaft menggunakan kunci ring / shock 30
                   f).     Lepaskan flange yoke
                   g).    Lepaskan oil seal
                   h).    Lepaskan drive pinion outer bering
                   i).      Lepaskan drive pinion
                   j).      Lepaskan pinion depth adjusting shim
                   k).    Lepaskan drive pinion inner bearing
                   l).      Lepaskan collapsible pacer.




1.7.3. Langkah Pemeriksa
Untuk mengetahui keausan pada drive pinion dapat dilakukan dengan cara meihat  dan memperhatikannya. Apabila banyak goresan yang tidak merata pada drive pinion berarti drive pinion mengalami keausan dan harus di ganti dengan yang baru.
1.7.4. Langkah Pemasangan


1.      Pasang colapsible spacer
2.     Pasang drive pinion inner bearing
3.     Pasangpinion depth adjusting shim
4.     Pasang drive pinion
5.     Pasang drive pinion outer bearing
6.      Pasang  flange yoke
7.      Pasang oil seal
                   8.      Pasang mur pengikat drive pinion shaft menggunakan kunci ring/ shock 30
                   9.      Pasang side bearing cup dan  backlash shim
                   10.  Pasang baud pengikat side bearing cup menggunakan kunci ruang/ shock 17
                  11.  Pasang differential housing
                  12. Pasang mur pengikat differential housing menggunakan kunci ring 12
 
1.7.5. Langkah Pengujian
v  Uji cara kerja differential saat belok dan jalan lurus
v  Ukur celah gigi ring dengan pinion
v  Ukur tebal gigi tiap komponen
v  Eriksa grease pada komponen


1.8. Langkah Pengukuran Celah Antara Ring Gear dan Drive Pinion

Alat :
·         Kunci T.14
·         Kertas bekas 1 lembar
·         Obeng ( - )

Bahan :
1 unit garden

Cara kerja :
Ø  Siapkan 1 lembar kertas
Ø  Masukkan kertas pada celah antara drive pinion dan ring gear
Ø  Apabila kertas sobek berarti celah terlalu rapat atau gigi ring gear aus
·       Apabila kertas tidak sobek dan tidak berbekas berarti elah terlalu longgar
·       Apabila kertas tidak sobek dan berbekas berarti celah sesuai dengan standart

Tidak ada komentar:

Posting Komentar