BAB I
Pendahuluan
- A. Latar Belakang
Sistem differential ini sangatlah penting tanpa ini kendaraan yang akan kita pakai tidak akan berjalan. Sehingga penulis menyusun laporan ini untuk memacu semangat mahasiswa untuk menjadi kompeten di bidang ini dan lainnya.
- Tujuan
- Agar mahasiswa dapat memahami dan memperbaiki system differential pada kendaraan roda empat.
- Agar siswa dapat membongkar dan memasang kembali masing-masing komponen differential.
- Agar mahasiswa dapat mengetahui / mencari troubleshooting pada differential.
- Agar mahasiswa bias menggunakan alat-alat perkakas tangan khususnya pada alat ukur.
- Agar mahasiswa dapat mengetahui benda dan masing-masing komponen differential.
BAB II
Alat dan Bahan
Differensial
A. Alat
No.
|
Nama Alat
|
Spesifikasi
|
Jumlah
|
Pemilik
|
1.
|
Kunci Ring
|
22 mm
|
1
|
Lab.T.Mesin
|
2.
|
Kunci Ring
|
12 mm
|
1
|
Lab.T. Mesin
|
3.
|
Kunci Socket
|
19 mm
|
1
|
Lab.T. Mesin
|
4.
|
Kunci Socket
|
14 mm
|
1
|
Lab.T. Mesin
|
5.
|
Palu Karet
|
Standar
|
1
|
Lab.T. Mesin
|
6.
|
Dial Indicator
|
Standar
0,00-0,01
0,00-1,00
|
1
|
Lab.T. Mesin
|
7.
|
Handle Sliding “ T “
|
Standar
|
1
|
Lab.T. Mesin
|
8.
|
Pin Punch
|
Standar
|
1
|
Lab.T. Mesin
|
No.
|
Nama Bahan
|
Spesifikasi
|
Satuan
|
Pemilik
|
1.
|
Differensial
|
Standar
|
1 Pc
|
Lab.T. Mesin
|
2.
|
Oil
|
Standar
|
Liter
|
Lab.T. Mesin
|
3.
|
Sabun
|
Standar
|
1Pc
|
Lab.T. Mesin
|
4.
|
Kain Majun
|
Standar
|
5Pc
|
Lab.T. Mesin
|
BAB III
Pembahasan
Differensial
A. PengertianPada saat kendaraan sedang membelok maka roda belakang sebagai penggerak mempunyai putaran yang berbeda antara roda gigi kiri dan kanan jika putaran roda sama tentunya akan terjadi poros roda belakang akan patah dan jalan kendaraan tidak baik di sebabkan salah satu ban akan terseret karena mempunyai sudut putaran yang berbeda. Dengan adanya differensial maka, akan tetap stabil pada saat membelok atau pada kondisi jalan bagaimanapun.
1.2. Prinsip Dasar Differential Gear
Bila kedua rack diberi beban
yangsama, maka ketika shackle ditarik keatas
akan menyebab-kan keduarackakanterangkatpadajarakyangsamakarenatahanansamadan pinion gear tidak berputar.
Tetapi bila beban yang lebih
be-sar diletakkanpadaracksebelahkiridanshackleditarikkeatas, makapiniogearakanberputarsepanjanggerigirackyangmen-dapatbebanlebihberatdise-babkanadanyaperbedaantaha-nan.Danmengakibatkan rack yang mendapat beban
lebih kecil akan terangkat.
1.3. Konstruksi Differential
Keterangan:

1. Side bearing cap
2. Side bearing
3. Backlash adjusting shim
4. Drive pinion shaft
5. Pinion depth adjusting shim
6. Drive pinion inner bearing
7. Colapsible spacer
8. Differential housing
9. Drive pinion outer bearing
10. Oil seal
11. Flange yoke
12. Pinion shaft
13. Side gear
14. Backlash thrust washer
15. Pinion gear
16. Ring gear
17. Lock pin
18. Differential case
1.4. Cara Kerja Saat Jalan Lurus
Drive pinion merupakan reang gear, reang gear memutarkan
differensial case, differensial case menggerakan pinion gear melalui pinion
shaft dan pinion gear memutarkan side gear kiri dan kanan
dengan rpm yang sama karena tahanan roda kiri dan kanan sama, sehingga
menyebabkan putaran roda kiri dan kanan sama
1.5. Cara Kerja Saat Belok
Drive pinion menggerakkan ring gear, ring gear memutarkan
differential case, differential case memutarkan side gear melalui pinion shaft
dan pinion gear memutarkan side gear mengelilingi side gear kanan karena
tahanan roda kanan besar, sehingga menyebabkan putaran roda kiri lebih cepat
daripada roda kanan.
Drive pinion
menggerakkan ring gear, ring gear memutarkan differential case, differential
case memutarkan side gear melalui pinion shaft dan pinion gear memutarkan side
gear mengelilingi side gear kiri karena tahanan roda kiri lebih besar, sehingga
menyebabkan putaran roda kanan lebih cepat daripada roda kiri.
1.6. Fungsi - Fungsi Komponen
1. Differential Carier ( Rumah Gardan )
Berfungsi sebagai tempat kedudukan
semua komponen differential dan juga sebagai tempat penampung oli.
2. Drive Pinion Gear
Berfungsi meneruskan tenaga
putaran dari propeller shaft ke pinion gear dan dari pinion goar di teruskan ke
ring gear.
3. Ring Gear
Berfungsi menerima putaran dari
pinion gear dan sekaligusmerubah arah putaranya kemudian diteruskan ke gigi boh.
4. Pinion Gear
Berfungsi menerima putaran dari
ring gear ke side gear
5. Side Gear
Berfungsi utn3uk meneruskan
putaran dari gigi pinang / pinion gear ke axle shaft
6. Oil Seal ( perapat oli )
Berfungsi untuk mencegah kebocoran
oli pada differential
7. Bearing cap dan baik ( tutup bantalan dan
baut )
Berfungsi sebagai penutup bantalan
yang terdapat pada differential carier.
8. Bearning Adjusting nut dan burning
(penahan bantalan dan bantalan lahar)
Berfungsi untuk
tempat penyangga atau sebagai tempat dudukan lahar .
9. Lena / ring pinion gear dan side gear
Berfungsi sama untuk mendorong
gigi samping dan gigi boh
agar menjadi
rapat.
10. Universal joint (Pinion Shaft)
Berfungsi untuk tempat kedudukan
pinion gear jika tidak ada
pinion shaft,maka pinion gear tidak bisa berputar.
1.7.
Kegiatan praktek
1.7.1. Langkah Persiapan Alat dan
bahan
a.
Alat :
1. Kunci ring/ shock 30
2. Kunci ring/ shock 17
3. Kunci ring 12
4. Obeng (-)
5. Palu
6. Tandem/ ragum
b. Bahan :
satu unit Differential
1.7.2. Langkah Pembongkaran
Cara
melepas/ membongkar differential dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut :
a).
Lepaskan mur pengikat differential
menggunakan kunci ring 12
b).
Lepaskan differential housing,
apabila masih sulit dilepas cungkil dengan obeng (-)
c).
Setelah differential housing
dilepas, lepaskan baut
pengikat side bearing cup menggunakan kunci ring. Shock 17
d).
Lepaskan side bearing dan bodilash
adjusting shim
e).
Lepaskan mur pengikat drive pinion shaft menggunakan kunci ring /
shock 30
f).
Lepaskan flange yoke
g).
Lepaskan oil seal
h).
Lepaskan drive pinion outer bering
i).
Lepaskan drive pinion
j).
Lepaskan pinion depth adjusting shim
k).
Lepaskan drive pinion inner bearing
l).
Lepaskan collapsible pacer.
1.7.3. Langkah Pemeriksa
Untuk mengetahui keausan pada drive
pinion dapat dilakukan dengan cara meihat
dan memperhatikannya. Apabila banyak goresan yang tidak merata pada
drive pinion berarti drive pinion mengalami keausan dan harus di ganti dengan yang baru.
1.7.4. Langkah Pemasangan
1. Pasang colapsible spacer
2. Pasang drive pinion inner bearing
3. Pasangpinion depth adjusting shim
4. Pasang drive pinion
5. Pasang drive pinion outer bearing
6. Pasang flange yoke
7. Pasang oil seal
8.
Pasang mur pengikat drive pinion
shaft menggunakan kunci ring/ shock 30
9.
Pasang side bearing cup dan backlash shim
10.
Pasang baud pengikat side bearing
cup menggunakan kunci ruang/ shock 17
11.
Pasang differential housing
12. Pasang mur pengikat differential
housing menggunakan kunci ring 12
1.7.5. Langkah Pengujian
v Uji cara kerja differential saat belok
dan jalan lurus
v Ukur celah gigi ring dengan pinion
v Ukur tebal gigi tiap komponen
v Eriksa grease pada komponen
1.8. Langkah Pengukuran Celah Antara
Ring Gear dan Drive Pinion
Alat :
·
Kunci
T.14
·
Kertas
bekas 1 lembar
·
Obeng
( - )
Bahan :
1
unit garden
Cara kerja :
Ø Siapkan
1 lembar kertas
Ø Masukkan
kertas pada celah antara drive pinion dan ring gear
Ø Apabila
kertas sobek berarti celah terlalu rapat atau gigi ring gear aus
·
Apabila kertas tidak sobek dan tidak berbekas berarti
elah terlalu longgar
·
Apabila kertas tidak sobek dan berbekas berarti celah
sesuai dengan standart
Tidak ada komentar:
Posting Komentar